RSS

Kastengel Pengobat Rindu

ilustrasi
Kupandangi wajah Ibu, terpancar gurat rindu. Ini tahun keempat lebaran tanpa Kakak. Yah, sejak peristiwa itu, kakak tak pernah lagi menyapa kami, bahkan ketika Ibu sakit seperti ini.

Kutak ingin kesedihan Ibu berkepanjangan. Beragam cara telah kulakukan agar Kakak mau meminta maap pada Ibu. Namun ia tetap bersikukuh dan selalu merasa benar.

Do'a mohon ampun dan mohon kelembutan hati, lirih kudengar dari bibir tua Ibuku. "Ah Ibu, betapa rindunya dirimu menanti si anak hilang".

Kini ramadhan kembali menyapa, Ibu memintaku membuat  kastengel, kue kesukaan kakak. Ibu berharap suatu saat, kakak tiba-tiba berdiri di pintu rumah.

Kastengel ala Ibu terkenal lezat. Kejunya demikian terasa di setiap gigitan. Ada kries-kries keju panggang terselip di sana.

Ah, kastengel Ibu memang selalu membuat kangen. Semoga ramadhan kali ini, semerbak wangi katengel mampu meluluhkan kebekuan hati Kakak dan tergerak untuk kembali menemui Ibu. Semoga...

#RaDal,13ramadhan1436H

1 komentar:

Ratri Puspita mengatakan...

Mudah-mudahan, Ramadhan menjadi moment untuk saling memaafkan dan kaastengels keju buah karya ibu mampu melumerkan hati yang beku.

Posting Komentar