RSS

"MUSTAHIL KHATAM QUR'AN DALAM SEBULAN SELAIN RAMADHAN!"


Malam ini, tepat sebulan aku tergabung dlm komunitas odoj 1074. Subhanallah, luar biasa! Haru biru menghunjam kalbu. Di usiaku yang sudah tak muda, baru sekali ini aku mampu khatam tepat sebulan, atah bulan ramadhan sekalipun!

Ijinkan aku, meluapkan rasa syukurku dalam berbaris kata..

"Ah, betapa aku tak suka moment reuni!!! "

Setengah ragu kumasuki ruangan itu dan benar, tiba-tiba diriku merasa asing. Banyak wajah-wajah yang kukenal dan cukup akrab menghiasi masa laluku. Namun...kutetap merasa asing dan sepertinya tak bisa menyatu.

"Hallo Sinta, masih inget kan, saya Mela", sapaku ramah seraya mengulurkan tangan kepada seseorang yang pernah menjadi temanku kala kelas 1.

"SHINKANSEN & ANAK TUKANG SAMPAH"

sbr: blogdetik.com
Depok, medio Juli 2004

Tatapanku nanar, memandang  punggung seorang lelaki renta yang tengah menarik gerobak sampah tua dan reyot. Alunan bunyi berdecit, mengiringi putaran roda, yang seolah akan lepas dari asnya.

Terngiang kembali kata-katanya, menghantam relung hatiku terdalam

Kamu harus terus sekolah, Nak! Jangan seperti ayah, yang SD-pun tak tamat! Ayah tak mau, nasibmu akan berakhir sebagai seorang tukang sampah, seperti ayahmu ini!”, lirih suara ayah, menyampaikan keinginannya terhadapku, si putra sulungnya.

Ya, aku, Kanta, remaja ingusan yang terlahir dari rahim seorang buruh cuci dan berayahkan tukang sampah. 

REUNI oh REUNI...

Akhir-akhir ini, marak berlangsung berbagai event reuni, dengan dalih halal bi halal alias silaturahim sesudah merayakan idul fitri, skalian ajang bermaaf maafan (padahal terakhir bertemu kapan tahun..brarti minta maap untuk kesalahan yang lalu..lalu..dan lalu laluuu... Saking lamanya). Hehe..

Mulai dari reuni teman kantor, teman kuliah, teman SMA, teman SMP bahkan teman SD. Nah kalau sampai ada reuni antar teman TK, yang reuni pasti emak-emaknya.. Hehe

Kehebohan sering terlihat di pusat-pusat jajanan & pusat-pusat keramaian. Puluhan kursi melingkar ataupun berjajar mengelilingi beberapa meja yang disatukan. Entah apa yang dibicarakan. Terkadang gelak tawa cetar membahana, seakan dunia milik mereka. Tak lupa sessi narsis dipentingkan untuk  mengabadikan moment yg bisa jadi takkan terulang kembali itu.

"CEK & RICEK, PERLUKAH??"



Suatu siang terjadi dialog seru dan heboh di BBM emak-emak gaul sebuah sekolah swasta:

Mulanya, seorang wali murid melontarkan sebuah pernyataan, lebih tepatnya pertanyaan:


A: "Ada iuran sampah, 50 ribu per anak di sekolah. Perlu diskusi nih, menurutku itu terlalu mahal ngga?"
====================================

Kemudian ibu-ibu lain mulai menanggapi pertanyaan tersebut, ada yang tenang ada yang secara emosional...

B: "Mahal bunda” smua. Klau aq bilang.

C: "Itu sebulan 50rb? Mahal.."

A: "Ya sebaiknya kita rumuskan, kemudian kita usulkan, perwakilan dari klas 4"

D: "Itu sampah nya siapa? Informasi dri siapa? kayaknya Gªk ada sekolah manapun, Ў∂πƍ muridnya bayar sampah"

#HAPPY ANNIVERSARY MY BLOG#



Menelusuri kembali puluhan karya yang pernah kutulis, serasa menyusuri lorong panjang kehidupan yang telah kulalui selama ini. Ada suka-duka, canda-tawa-ceria dan tangis terukir di sana.

Tak terasa, empat tahun sudah, jemariku kembali menguntai kata demi kata yang sempat tersekat dalam benak dan relung jiwa, menunggu pelampiasan yang akhirnya terkuak tak sengaja, setelah lebih dari dua dasawarsa, kevakuman melanda.

Dimulai dari pertemuan dengan seseorang dari masa lalu. Ia yang mengajari dan meyakinkanku, bahwa aku mampu dan layak tuk mewujudkan angan dan asaku dalam sebait kata, sebaris pemikiran, seuntai narasi nan indah berbalut kenangan dan impian, berhiaskan gambar-gambar nan menawan.

Coretan pertamaku, bercerita tentang debar-debar penantian kehadiran si buah hati, dilanjutkan berbagai upayaku menstimulasi perkembangan fisiknya yang divonis dokter sebagai penyandang delayed psikomotorik, alias keterlambatan perkembangan motorik. 

“NAMAKU RIZKI, SANG BURONAN CINTA!"

Namaku Rizki, Sang Buronan Cinta...

Kalian tentu tidak mengenalku, karena aku bukanlah siap-siapa. Aku bukanlah seorang public figure, bukan seorang politisi, apalagi seorang pangeran impian dari negeri antah berantah. Aku hanyalah seorang lelaki muda 18 tahun, yang terperangkap dalam tubuh setengah lumpuh dan seringkali mengalami kejang-kejang. Bicaraku terbata dan air liur selalu menetes dari mulutku yang terbuka.

Banyak orang memandang kasian padaku, namun tak sedikit ceweq senang berbincang denganku, karena aku ganteng, makanya aku menyebut diriku “Buronan Cinta”.

Meski secara fisik kemampuanku sangat terbatas, namun semangat hidup dan anganku tinggi menembus angkasa luas.

Semua berawal dari kejadian di kala usiaku menginjak tahun ke tujuh...
================