PALANG (Rabu, 29 Juli 2015)
Brrrrr... dingin udara pagi begitu menusuk hingga gigipun
gemerutuk. Perlahan konvoi empat motor yang baru saja menjemput kami,
meninggalkan Stasiun Lawang. Kulirik layar hape sejenak, waktu menunjukkan
pukul 02.00 dini hari. Jalanan begitu sunyi, hanya sesekali melintas bus, truk,
colt dan beberapa sepeda motor membawa sayuran dari Pasar Lawang. Ya, Pasar
Lawang merupakan salah satu pusat kulakan di daerah pinggiran Kabupaten Malang.
Ramai suasana pasar, namun tidak di jalanan.
Tak sampai setengah jam, kamipun telah menginjakkan kaki di
sebuah rumah mungil bercat biru. Tak banyak yang berubah dari rumah ini, rumah
warisan mertuaku yang kini ditempati adik bungsu beserta keluarganya.




