SURABAYA (Kamis, 30 Juli 2015)
Beruntung pagi itu Haqi dan Pia sangat mudah dibangunkan,
mandi, sholat subuh dan langsung siap-siap menuju Porong. Kami hanya berbekal
sebotol air minum dan beberapa potong roti, sisa semalam.
Waktu merangkak perlahan, namun kendaraan yang kami tunggu
tak kunjung tiba. Akhirnya, akupun memutuskan naik bus jurusan Malang-Surabaya.
Seiring keberangkatanku, di rumah rupanya terjadi kehebohan.
Mamad, adik iparku ternyata
memperhatikan keberangkatan kami dan
langsung menemui istrinya saat tahu aku menumpang bus antar kota. Rupanya dia
khawatir aku tersesat di Surabaya, sebab rencana semula aku naik colt elf menuju
Porong, untuk selanjutnya berpindah naik komuter arah Surabaya.