RSS

BATU SECRET ZOO.... Rahasia yang Terkuak #Ngebolang ala Turis Kere-part-9

Jum’at (7 Agustus 2015)

Tak terasa, tiga jam waktu yang dihabiskan di Eco Green Park tadi, kini hanya tersisa dua setengah jam untuk menyusuri Batu Secret Zoo, sebelum kami bergegas turun ke Malang. Kereta  Matarmaja yang akan ditumpangi, dijadwalkan berangkat pukul 17.00 wib. Tutik sang pemilik mobil, menyarankan kami kembali sebelum pukul 15.00. Okey, siap!!!
Kehadiran kami di Batu Secret Zoo disambut sepasukan kelelawar yang sedang menikmati santap siang. Serunya, pengunjung diperkenankan menyuapi mereka dengan buah potong yang tersedia di pagar kandang. Rakus sekali, saling berebut minta disuapi. Aah kasihan, ada seekor kelelawar yang selalu tersisihkan oleh teman-temannya. Hingga suapan terakhir, tak sepotongpun yang berhasil didapatkan, walau sudah kami arahkan kepadanya.

ECO GREEN PARK, Bukan Ekowisata Biasa!!! #Ngebolang ala Turis Kere-part-8

Jum’at (7 Agustus 2015)

Aaahhh, segarnya pagi ini, udara dingin tak terlalu menusuk kala aku dan Pia berjalan pagi menyusuri jalanan sekitar hotel . Tak lama melangkah, kami tiba di parkiran BNS (Batu Night Spectaculer) yang terkenal itu. Wahana serupa bisa kami temui di banyak obyek wisata seputaran Ibukota, kecuali Taman Lampionnya, jadi BNS bukan destinasi kami saat ini. Tapiii, biar gak penasaran, boleh dooonk ngintip dikit, sembari jeprat sana sini dulu. J
Usai sarapan pagi seadanya (beneran seadanya), tadi pas jalan pagi gak nemu jajanan khas kota Malang, kecuali Ote-ote dan aneka gorengan, kami bersiap diri menuju Jatim Park-2. Berdasarkan rekomendasi petugas hotel, lebih baik ke sana daripada Jatim Park-1, karena aku menginginkan wisata edukasi bukan sekedar wisata permainan. Maka, segera kami berkemas dan check out.

Saat membeli tiket, aku baru tahu kalau kami bisa mengunjungi tiga tempat sekaligus, yaitu Museum Satwa, Batu Secret Zoo dan Eco Green. Ternyata, hari Jum’at sudah termasuk weekend, hingga tiket yang dihari biasa 75 ribu rupiah, harus ditebus seharga 90 ribu rupiah, plus 10 ribu untuk tiket terusan ke Eco Green. Jadilah 400 ribu melayang (padahal ada promo jika membayar menggunakan Debit BCA diskon 20%, namun entah kenapa petugas menyatakan tidak ada promo, padahal jelas terpampang di brosur..weleh..weleh)

MUSEUM ANGKUT KOTA BATU.. Tak Cukup Jika Hanya Sekali!!! #Ngebolang ala Turis Kere-part-7

Kamis (6 Agustus 2015)
Sie..sie...
Sesampai di rumah, aku langsung mencuci seluruh pakaian kami yang penuh debu halus dari gunung Bromo. Semoga pagi sudah kering dan siap untuk dipacking ke dalam koper. Kunjungan kami di Jawa Timur hampir berakhir, sehingga sisa rencana liburan dilakukan maraton. Esok tujuan kami ke Malang, untuk selanjutnya menginap di kota Batu. 

BROMO... WE’RE COMING-2!!! #Ngebolang ala Turis Kere-part-6

Rabu, 5 Agustus 2015

Bromo dipandang dari halaman Hotel Lava View
Usai mandi pagi, kami sarapan dengan menu yang mengingatkan pada masakan ibuku berupa sop sayuran, telur dadar berisikan irisan bawang merah dan daun bawang serta tempe goreng, dilengkapi secangkir teh hangat manis. Benar-benar menjadi bekal penuh nutrisi bagi kami untuk memulai petualangan menjelajahi Kawah Bromo.

BROMO... WE’RE COMING-1!!! #Ngebolang ala Turis Kere-part-5

Selasa, 4 Agustus 2015

Alhamdulillah...akhirnya nyampe juga di Kawah Bromo
Bromo...  Sudah lama sekali aku berkeinginan mengunjungi salah satu destinasi  indah di kabupaten Pasuruan ini. Rasa penasaran yang memuncak, akhirnya membawa kami ke sana. Beruntung salah seorang sepupu si Mas, ikhlas meminjamkan mobil Espass’nya.

Usai perhelatan Ngunduh Mantu iparku Joko Santoso, esok paginya kami bergegas menuju kota Probolinggo. Aku memilih menuju Bromo melalui Probolinggo, konon kabarnya jalur ke sana lebih landai dan lebih aman, mengingat kami menggunakan kendaraan pinjaman. Kebetulan, ada sepupu dari garis Ibuku bermukim di sana, jadi kami bisa istirahat sejenak sekalian bersilaturahim.

MONKASEL, KAPAL SELAM NYASAR DI TENGAH KOTA #Ngebolang ala Turis Kere-part-4

Surabaya (Kamis, 30 Juli 2015)


Monkasel darn Kali Mas nan resik
Setelah bertanya rute serta kendaraan yang harus dinaiki untuk menuju destinasi berikutnya, yaitu  Monkasel (Monumen Kapal Selam), kamipun segera menyebrangi jalan siap mencegat line (istilah untuk angkutan kota di Surabaya) warna putih dengan nomer rute 1. Tarifnya Rp 3.000,00 per orang untuk jarak dekat.

Sepanjang jalan, aku terpana menyaksikan betapa bersihnya jalanan dan sungai yang membelah kota Surabaya. Ketegasan Sang Walikota Surabaya yang terkenal senang turba terjun langsung menangani permasalahan di kotanya  itu membuatku menjadi salah seorang pengagum beliau.

TUGU PAHLAWAN, Destinasi yang Nyaris Terlupakan... #Ngebolang ala Turis Kere-part-3

SURABAYA (Kamis, 30 Juli 2015)

Beruntung pagi itu Haqi dan Pia sangat mudah dibangunkan, mandi, sholat subuh dan langsung siap-siap menuju Porong. Kami hanya berbekal sebotol air minum dan beberapa potong roti, sisa semalam.

Waktu merangkak perlahan, namun kendaraan yang kami tunggu tak kunjung tiba. Akhirnya, akupun memutuskan naik bus jurusan Malang-Surabaya.

Seiring keberangkatanku, di rumah rupanya terjadi kehebohan.  Mamad, adik iparku ternyata memperhatikan keberangkatan kami  dan langsung menemui istrinya saat tahu aku menumpang bus antar kota. Rupanya dia khawatir aku tersesat di Surabaya, sebab rencana semula aku naik colt elf menuju Porong, untuk selanjutnya berpindah naik komuter arah Surabaya.