RSS

KEMANA PARA LELAKI BAIK-BAIK PERGI???

Kemarin sore , saya asyik berdiskusi dengan seorang ustadz yang sudah lama berkecimpung di dunia perjodohan & kerumahtanggaan.  Ustadz Harits namanya.

Beliau pernah membina Majelis Sehati Daarut Tauhid selama tujuh tahun, sebelum akhirnya berganti nama menjadi Majelis Keluarga Islam (MKI).

Berdasarkan pengalaman beliau, ternyata jumlah laki-laki dan perempuan, memang tak berimbang.  Hitung punya hitung, ya berkisar 1:10. Alias, seorang "laki-laki baik-baik" akan berbanding dengan sepuluh "perempuan baik-baik". 

Gak percaya?? 

'KETIKA NIKMAT TERCABUT SUDAH!!!"


Selama ini kita tak pernah menyadari kehadiran seseorang ataupun sesuatu, hingga seseorang atau sesuatu itu hilang dari diri kita. Tak terkecuali nikmat!!

Seringkali, kita terlalu memperhatikan kekurangan pasangan kita, yang menjadi penyebab segala kisruh dalam rumahtangga. Hingga suatu saat pasangan kita benar-benar pergi meninggalkan kita (entah karena perceraian ataupun kematian), barulah kita menyadari arti keberadaannya bagi diri kita.  

Terhenyak sesaat, sebelum akhirnya mampu bangkit jua.

Sekali lagi… Tak terkecuali nikmat!!

"IT'S ME TIME!!"

“Huh…sebel!! Capek dikejar-kejar deadline mulu!!“, keluh Anindya ke Kharis, teman sekantornya.

Semua orang tentu pernah merasa jenuh, bosan alias boring menghadapi berbagai aktifitas harian yang tiada henti. Tak terkecuali bagi seorang Ibu Rumahtangga sejati. Sehingga timbullah istilah "Me Time", alias saatnya untuk memanjakan diri sendiri.

Ada yang memilih untuk menghabiskan waktunya di salon, dari mulai sekedar creambath, facial, meni-pedi, hingga massage-steam & luluran...pokoknya ngambil paket spa komplit plit.  Dengan tujuan seusai perawatan, tubuh dan pikiran terasa lebih segar sehingga bisa "on" lagi.  


Setelah ditelusuri, ternyata ada juga loh lelaki yang melakukan aktifitas ini...trutama para pria metropolis alias pria metrosexual yang sangat menjaga penampilan.



“JEMARImu dan LIDAHmu...HARIMAUmu!!!”


“Gitu aja masak gak bisa! Coba dulu, kalau gagal, baru boleh bilang gak bisa!!” (nasihat seorang Ibu, dengan niat memberi motivasi positif, tetapi ternyata dinilai nyinyir oleh anaknya yang beranjak remaja)
“Kerjain aja sendiri, gue lagi sibuk!!” (teriak seorang suami kepada istrinya yang meminta tolong untuk membantunya sebentar, padahal ternyata si suami sedang asyik main game)
“Cari duit sono!! Jangan bisanya cuman makan tidur doank!!” (ucap seorang istri kepada suaminya yang dinilai malas-malasan)

 “Yah, cemen amat sich loe!! Ngadepin ceweq cakep dikit, langsung ngelingker!!” (ledek Dani ke Sony yang pemalu)
“Ngapain loe ke gue mulu! Bentar-bentar minjem duit, bentar-bentar ngambil barang gue, tanpa loe bilang-bilang. Sono cari korban yang laen! Emang gue bokap loe apa?!” (lontaran kekesalan Arya kepada Ray, teman akrabnya yang dinilai selalu menjadi benalu)
“Eh, loe jangan deket-deket ama gue deh... bau loe tuh ngak nahan, got aja kalah!” (kata Bedu kepada si Badi, temannya yang beda status sosial)
Yah...begitu banyak kata-kata yang seringkali tak sengaja kita ucapkan, entah kepada anak, suami, istri, saudara, orangtua kita sendiri, teman, sahabat, tetangga atau bahkan kepada orang yang baru kita kenal, yang sebenarnya kita lontarkan dalam konteks bercanda, ternyata dapat berakibat fatal, terutama jika lawan bicara kita sedang “sensi” (istilah anak sekarang).

#AKU IBUMU NAK!!! BUKAN BUDAKMU!!!#


Nanda anakku...
Betapa hati ini menjerit pilu...
Melihat sikapmu...
Tak  sepantasnya terhadapku...!!
=============
Tak ingatkah dirimu? 
Betapa sembilan bulan lamanya...
Janin mungil bersemayam di rahimku...
Yang kelak terlahirlah dirimu...
=============
Dua tahun lamanya, air susuku menghidupimu...
Malamku laksana siang...
Siang kulalui penuh kesibukan...
Nyaris mataku tak sempat terpejam...
=============

# MENULIS!! MENULIS!! MENULIS!! BUKAN MELUKIS!!!#


# MENULIS!! MENULIS!! MENULIS!! #

Tulisan itu terpampang besar-besar di setiap sudut rumah, mulai dari pintu lemari pakaian, pintu kulkas, pintu kamar tidur, pintu kamar mandi, hingga pintu hatiku (ini yang paling penting...hehe)

Semenjak mengikuti sebuah Workshop Penulisan secara online, saya mulai tergila-gila (kembali), untuk MENULIS!! Yaa!! MENULIS!! Sekali lagi ME..NU..LIS!!

Ketika misi rahasia ini saya ceritakan kepada kakak ipar, beliau bertanya

“Apa kunci sukses dalam menulis??”,

Saya Jawab,

“Hanya tiga kata, MENULIS, MENULIS dan MENULIS!!” (gak mungkin banget MELUKIS kaan?? Hehe)

# '85 TOUR de YOGYA (episode 3) #


Sabtu, 17 Nopember 2012

Ini hari kedua rombongan menghirup udara Yogya (Bantul, tepatnya). Pagi ini sepertinya body lebih fit dan siap bwt ngedukung seluruh aktifitas, setelah bisa istirahat dgn nyenyak semalem. 

Menu sarapan pagi, agak mendingan dikiiit, yaitu...Nasi goreng pake telor matasapi....!! hehe, plus beberapa kotak nasi yg sempat diselamatkan kerna gak kesenggol saking dah gak semangat makannya semalem di Raminten.

Bangsal Kencono
Planning hari ini, rombongan akan berkunjung ke Kraton Yogya, lanjut ke Malioboro dan siangnya maksi bakmi jawa.