RSS

"KEAJAIBAN SEDEQAH ala OTAK KANAN"

Keajaiban sedeqah, yang istilah kerennya "The Power of Giving", sudah seringkali dibahas oleh Sang Pakar Sedeqah, yang tak lain dan tak bukan ya UYM, alias Ustadz Yusuf Mansyur.

Bahkan beliau meluncurkan gerakan "Sedeqah Nasional", untuk membangkitkan kesadaran umat Islam, tentang betapa pentingnya melaksanakan perintah Allah yang seringkali terlupakan ini, alias tangan di atas rasanya lebih asyik daripada tangan di bawah.              

UYM membahasakan keajaiban sedeqah dengan "Matematika Sedeqah", dimana 10-1 hasilnya bukan 9, melainkan 19!! Bahkan bisa mencapai angka lebih fantastis lagi, yaitu 709!! Lho koq bisa?? Waah, itu mah masih belon seberapa!!

Gimana kalau hitungannya sekarang 10-9? Hasilnya apa akan menjadi 1 atau 91?

“BELAJAR DAGANG YUUUK!!!”



Hari masih pagi, namun suasana di sebuah Sekolah Dasar di bilangan Depok, mulai terlihat ramai. Beberapa meja berjejer rapi di depan kelas.  Tampak satu dua anak mulai menggelar hasil karyanya. Ya! Hari ini jadwal “MARKET DAY” alias BUSINESS DAY!

Beberapa hari sebelumnya, para guru memang sudah mengingatkan anak-anak untuk menyiapkan produk yang akan diperjualbelikan di antara mereka. Ada yang merupakan hasil karya sendiri, ada juga hasil karya orangtuanya, atau hasil kulakan di pasar yang dikemas ulang.

Wah...macam-macam dagangan mereka.  Mulai dari aneka snack, semisal kripik, popcorn, es mambo, jelly, puding coklat, permen coklat, bola-bola coklat hingga spagheti, juga aneka kerajinan tangan, ada jepit rambut dan bros yang terbuat dari kain flanel, serta kertas file yang sedang digemari anak-anak saat ini.

KEMANA PARA LELAKI BAIK-BAIK PERGI???

Kemarin sore , saya asyik berdiskusi dengan seorang ustadz yang sudah lama berkecimpung di dunia perjodohan & kerumahtanggaan.  Ustadz Harits namanya.

Beliau pernah membina Majelis Sehati Daarut Tauhid selama tujuh tahun, sebelum akhirnya berganti nama menjadi Majelis Keluarga Islam (MKI).

Berdasarkan pengalaman beliau, ternyata jumlah laki-laki dan perempuan, memang tak berimbang.  Hitung punya hitung, ya berkisar 1:10. Alias, seorang "laki-laki baik-baik" akan berbanding dengan sepuluh "perempuan baik-baik". 

Gak percaya?? 

'KETIKA NIKMAT TERCABUT SUDAH!!!"


Selama ini kita tak pernah menyadari kehadiran seseorang ataupun sesuatu, hingga seseorang atau sesuatu itu hilang dari diri kita. Tak terkecuali nikmat!!

Seringkali, kita terlalu memperhatikan kekurangan pasangan kita, yang menjadi penyebab segala kisruh dalam rumahtangga. Hingga suatu saat pasangan kita benar-benar pergi meninggalkan kita (entah karena perceraian ataupun kematian), barulah kita menyadari arti keberadaannya bagi diri kita.  

Terhenyak sesaat, sebelum akhirnya mampu bangkit jua.

Sekali lagi… Tak terkecuali nikmat!!

"IT'S ME TIME!!"

“Huh…sebel!! Capek dikejar-kejar deadline mulu!!“, keluh Anindya ke Kharis, teman sekantornya.

Semua orang tentu pernah merasa jenuh, bosan alias boring menghadapi berbagai aktifitas harian yang tiada henti. Tak terkecuali bagi seorang Ibu Rumahtangga sejati. Sehingga timbullah istilah "Me Time", alias saatnya untuk memanjakan diri sendiri.

Ada yang memilih untuk menghabiskan waktunya di salon, dari mulai sekedar creambath, facial, meni-pedi, hingga massage-steam & luluran...pokoknya ngambil paket spa komplit plit.  Dengan tujuan seusai perawatan, tubuh dan pikiran terasa lebih segar sehingga bisa "on" lagi.  


Setelah ditelusuri, ternyata ada juga loh lelaki yang melakukan aktifitas ini...trutama para pria metropolis alias pria metrosexual yang sangat menjaga penampilan.



“JEMARImu dan LIDAHmu...HARIMAUmu!!!”


“Gitu aja masak gak bisa! Coba dulu, kalau gagal, baru boleh bilang gak bisa!!” (nasihat seorang Ibu, dengan niat memberi motivasi positif, tetapi ternyata dinilai nyinyir oleh anaknya yang beranjak remaja)
“Kerjain aja sendiri, gue lagi sibuk!!” (teriak seorang suami kepada istrinya yang meminta tolong untuk membantunya sebentar, padahal ternyata si suami sedang asyik main game)
“Cari duit sono!! Jangan bisanya cuman makan tidur doank!!” (ucap seorang istri kepada suaminya yang dinilai malas-malasan)

 “Yah, cemen amat sich loe!! Ngadepin ceweq cakep dikit, langsung ngelingker!!” (ledek Dani ke Sony yang pemalu)
“Ngapain loe ke gue mulu! Bentar-bentar minjem duit, bentar-bentar ngambil barang gue, tanpa loe bilang-bilang. Sono cari korban yang laen! Emang gue bokap loe apa?!” (lontaran kekesalan Arya kepada Ray, teman akrabnya yang dinilai selalu menjadi benalu)
“Eh, loe jangan deket-deket ama gue deh... bau loe tuh ngak nahan, got aja kalah!” (kata Bedu kepada si Badi, temannya yang beda status sosial)
Yah...begitu banyak kata-kata yang seringkali tak sengaja kita ucapkan, entah kepada anak, suami, istri, saudara, orangtua kita sendiri, teman, sahabat, tetangga atau bahkan kepada orang yang baru kita kenal, yang sebenarnya kita lontarkan dalam konteks bercanda, ternyata dapat berakibat fatal, terutama jika lawan bicara kita sedang “sensi” (istilah anak sekarang).

#AKU IBUMU NAK!!! BUKAN BUDAKMU!!!#


Nanda anakku...
Betapa hati ini menjerit pilu...
Melihat sikapmu...
Tak  sepantasnya terhadapku...!!
=============
Tak ingatkah dirimu? 
Betapa sembilan bulan lamanya...
Janin mungil bersemayam di rahimku...
Yang kelak terlahirlah dirimu...
=============
Dua tahun lamanya, air susuku menghidupimu...
Malamku laksana siang...
Siang kulalui penuh kesibukan...
Nyaris mataku tak sempat terpejam...
=============