RSS

TIGA JAM BERSAMA SANG SUHU

Membuntuti kesibukan teh guru Indari Mastuti, sangat mengasyikkan. Selain bisa bertanya dan belajar banyak, juga menambah panjang daftar koneksi yang dimiliki. Itulah kesan yang terekam saat berhasil “menempeli” sosok penting di balik IIDN dan IIDB ini selama tiga jam.

“Kita ketemu di kantin gedung Citicon, lt 6 yaa”, demikian pesan yang diposting teh Iin di grup NIAT-IIDN. Dengan penuh semangat, tepat pukul 12.30 saya sudah duduk manis menikmati segelas jus strawberi di kantin yang siang itu mulai sesak dipenuhi karyawan yang sedang makan siang.

KECINTAAN PADA DUNIA ANAK, MENGHANTARKAN STEFI SIERA NGANGI MEMILIKI SEKOLAH LOKAL BERTARAF INTERNASIONAL

Bisnis apa yang tidak akan pernah lekang oleh waktu dan tidak akan kehabisan peminat? Bisnis kuliner? Pasti! Toh kita butuh makan. Bisnis pakaian? Selama manusia sadar bahwa fungsi pakaian adalah untuk menutupi tubuh, maka bisnis fasion takkan pernah mati! Hmm, bisnis apalagi yaa? Bisnis properti! Diterima! Selain sandang dan pangan, manusia hidup tentu perlu papan, untuk melindungi diri dan keluarga dari terik dan hujan.

Semua jawaban itu masuk akal dan memang benar adanya. Namun, ada satu bisnis yang akan selalu dicari dan dibutuhkan, terutama bagi keluarga yang memiliki anak. Tak peduli anaknya masih balita, atau sudah beranjak dewasa.

PADUAN PASSION dan ENTREPREUNERSHIP, KUNCI SUKSES STEFI SIERA NGANGI MELEBARKAN SAYAP BISNIS PENDIDIKANNYA

Cantik, muda dan berprestasi. Itulah gambaran awal ketika berkenalan dengan pimpinan Stefie's House of Creativity. 

Terlahir dengan nama lengkap Stefi Siera Ngangi, Siera –demikian panggilan akrabnya-, telah mengenal dunia seni dan modeling sejak balita dengan mengikuti kursus balet di Namarina. Minat dan bakatnya semakin berkembang seiring waktu, ketika Siera mendapatkan kesempatan belajar di Studio One Gisborne di New Zealand serta Diane Logan Dance School di Gisborne, New Zealand.

STEFI SIERA NGANGI, ENTREPRENEUR MUDA YANG TAK PERNAH BOSAN BELAJAR


Stefi Siera Ngangi, yang akrab disapa Siera adalah seorang gadis muda pemilik bisnis dan pemimpin tiga lembaga pendidikan formal dan non formal berpusat di Bekasi, yang kini telah memiliki tiga cabang di seputaran Jakarta dan sekitarnya.

Kiwikids Preschool & Kindergarden, Kiwi School serta Stefie’s House of Creativity, adalah tiga lembaga yang didirikan untuk mewujudkan kecintaannya pada dunia anak-anak. “Saya senang melihat pertumbuhan anak-anak didik saya dari yang belum bisa apa-apa menjadi pribadi yang mandiri.”, ungkap Siera tentang alasannya mendirikan sekolah untuk anak usia dini serta sanggar tari tersebut.

Latar belakang pendidikan formal yang dijalaninya di tiga negara berbeda sejak usia belia, membuat Siera menjadi pribadi yang cepat beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman baru dari berbagai negara.

"MUSTAHIL KHATAM QUR'AN DALAM SEBULAN SELAIN RAMADHAN!"


Malam ini, tepat sebulan aku tergabung dlm komunitas odoj 1074. Subhanallah, luar biasa! Haru biru menghunjam kalbu. Di usiaku yang sudah tak muda, baru sekali ini aku mampu khatam tepat sebulan, atah bulan ramadhan sekalipun!

Ijinkan aku, meluapkan rasa syukurku dalam berbaris kata..

"Ah, betapa aku tak suka moment reuni!!! "

Setengah ragu kumasuki ruangan itu dan benar, tiba-tiba diriku merasa asing. Banyak wajah-wajah yang kukenal dan cukup akrab menghiasi masa laluku. Namun...kutetap merasa asing dan sepertinya tak bisa menyatu.

"Hallo Sinta, masih inget kan, saya Mela", sapaku ramah seraya mengulurkan tangan kepada seseorang yang pernah menjadi temanku kala kelas 1.

"SHINKANSEN & ANAK TUKANG SAMPAH"

sbr: blogdetik.com
Depok, medio Juli 2004

Tatapanku nanar, memandang  punggung seorang lelaki renta yang tengah menarik gerobak sampah tua dan reyot. Alunan bunyi berdecit, mengiringi putaran roda, yang seolah akan lepas dari asnya.

Terngiang kembali kata-katanya, menghantam relung hatiku terdalam

“Kamu harus terus sekolah, Nak! Jangan seperti ayah, yang SD-pun tak tamat! Ayah tak mau, nasibmu akan berakhir sebagai seorang tukang sampah, seperti ayahmu ini!”, lirih suara ayah, menyampaikan keinginannya terhadapku, si putra sulungnya.

Ya, aku, Kanta, remaja ingusan yang terlahir dari rahim seorang buruh cuci dan berayahkan tukang sampah.