RSS

Begini Contoh Pengelolaan Dana Umat yang Barokah

Para Peserta Blogger Trip to Zona Madina
Setiap melintasi jalan raya Parung dari Bogor menuju Jakarta, pandangan saya selalu tertuju dengan sebuah papan di kiri jalan “D’Jampang Village”. Papan itu cukup menarik perhatian dengan maskot seorang pendekar silat. Jujur, saya penasaran banget, ini padepokan silat atau daerah wisata? Akhirnya pertanyaan saya terjawab kala mengikuti  event “Blogger Trip to Zona Madina”, sebuah kesempatan yang tak boleh disia-siakan tentunya.

Siapa tak kenal daerah Parung? Beberapa puluh tahun lalu Parung identik sebagai kawasan remang-remang penyedia jasa layanan pemuas syahwat sesaat. Situ Lengkong Barang yang terletak di daerah Jabon tak jauh dari Parung juga menjadi salah satu kawasan yang menakutkan di masa lalu karena terkenal sebagai tempat penyimpanan barang curian. Sejak berdirinya Zona Madina kawasan itu kini telah berubah total.

Rumah Sehat Terpadu, Sebuah Konsep Rumah Sakit Sesungguhnya

Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa
Ada sebuah bangunan besar di pinggir jalan raya Parung yang terasa teduh dan tenang. Tak terlalu mencolok dan letaknya yang agak lebih rendah dari jalan, menyebabkan jarang orang melirik apalagi memperhatikan. Deretan kursi roda berjajar rapi di depan sebuah ruangan bertuliskan “Instalasi Gawat Darurat”. Oh, ini sebuah rumah sakit rupanya, tetapi nama yang tertera “RUMAH SEHAT TERPADU DOMPET DHUAFA”.

Kehijauan di mana-mana

SMART Ekselensia Indonesia , Sekolahnya para Dhuafa Calon Pemimpin Indonesia

SMART Ekselensia Indonesia
Sungguh beruntung saya menjadi satu dari 20 blogger yang diajak mengenal lebih dekat SMART Ekselensia Indonesia, sebuah sekolah khusus bagi anak dhuafa pilihan dari berbagai wilayah nusantara yang dikelola dengan menggunakan dana ZIS para donatur Dompet Dhuafa. Letaknya di kawasan Zona Madina. 

Jika kita melintasi jalan raya Parung menuju Bogor, gedungnya nyempil  di sebelah kiri dengan tulisan Lembaga Pengembangan Insani di atasnya. Walau dari jalanan tak terlalu terlihat, ternyata bangunan serta halaman di dalamnya sangat luas dan nyaman.  Suasana yang sungguh kondusif untuk proses belajar-mengajar dengan menyenangkan.

Kurikulum sekolah ini unik, menerapkan moving class dan sistem akselerasi, cukup 5 tahun untuk menyelesaikan jenjang pendidikan menengah pertama dan atas. Selepasnya dari sekolah ini, diharapkan akan tercetak para generasi muslim yang cerdas dan unggul dari seluruh Indonesia, walaupun mereka berasal dari kaum dhuafa.

Libur panjangpun tidak seperti sekolah pada umumnya, hanya di bulan Januari saja. Hingga, kala Lebaran tiba digelarlah program HOMESTAY, yaitu kesempatan bagi siswa untuk belajar tentang nilai-nilai positif dalam kehidupan serta bisa berinteraksi langsung dengan Host Parent (donatur dan masyarakat umum).
-------------------------

SEGO PECEL PINCUK

sumber
Pernah dengar pecel yang terkenal seantero jagad raya? Ya, pecel asli Madiun rajanya! Madiun dan sekitarnya, memang terkenal sebagai daerah wisata kuliner dengan Sego Pecel atau Pecel Pincuk sebagai trade mark.

Entah karena bangga dengan daerahnya atau ingin mempopulerkan Pecel Pincuk, kala saya menikah, Almarhum Bapak yang memang asli Madiun, khusus meminta pihak katering menyediakan sego pecel lengkap, yang disajikan dalam pincuk. Salut dengan si Ibu Pemilik Katering, demi kepuasan pelanggan, bumbu pecel dan kemasan pincuknya beliau buat sendiri. Padahal kami memesan dalam porsi tidak sedikit.

Kenapa Sego Pecel Madiun terasa berbeda dengan pecel lainnya? Selain bumbu kacangnya lebih gurih,  sayurannya juga.  Ada tambahan kecipir dan bunga turi rebus, mlandingan alias petai cina, daun kemangi segar dan taburan serundeng di atasnya.  Kalau kata Pia sih, pecel Madiun itu harus ada rempeyek kacangnya. Hehehe.

SURGA MENANTI

Review Film SURGA MENANTI (tayang mulai 2 Juni 2016)

Mempunyai anak sholeh yang hafidz qur’an dan memuliakan ayah-bunda, tentu dambaan setiap orangtua. Demikianlah sosok Dafa (Syakir Daulay). Seorang anak usia 11 tahun yang harus meninggalkan pondok tahfidznya kala sang Ibu yang divonis Leukimia Limboflastk akut membutuhkan kehadirannya.

Berbagai kisah haru biru dirangkum dalam film berdurasi 100 menit ini. Yang menarik, bagaimana sutradara Hastobroto menggambarkan adegan Abi (Agus Kuncoro) dan Ummi (Pipik Dian Irawati), Ayah dan Bunda Dafa, tanpa ada sentuhan fisik sama sekali. 

Angle pengambilan gambar dalam posisi depan-belakang, serta proses zoom yang bergantian, mampu menggambarkan kepedihan hati seorang suami serta kepasrahan istri kala menghadapi vonis maut yang tak lama lagi memisahkan kebersamaan mereka. Ternyata, walaupun harus tampak tegar, lelaki itu boleh menangis lho :)