RSS

Inilah Keuntungan Menggunakan E-Money

Ilustrasi
Jaman Sudah berganti, sekarang bukan saatnya lagi bertransaksi menggunakan uang tunai. Pemerintahpun sudah menggalakkan sistem pembayaran non tunai ini melalui Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan oleh Bank Indonesia.

Berbagai kemudahan bertransaksi menggunakan sistem pembayaran non tunai menyebabkan banyak orang yang beralih melakukan transaksi dari sistem tunai ke non tunai. Apalagi sekarang kemajuan teknologi juga sangat mendukung. Transaksi keuangan dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, 24 jam dalam sehari, tanpa perlu harus ke bank atau ke ATM terdekat.

Salah satu sistem pembayaran non tunai, adalah dengan menggunakan E-Money, alias Uang Elektronik. Apa saja keuntungan menggunakan E-Money? Ini beberapa keuntungannya:

Emak Gahoel dan Uang Elektronik

ilustrasi
Emak Gahoel jaman sekarang tentu sudah sangat akrab dengan istilah transaksi Online, yaitu sebuah transaksi bisnis yang melibatkan jaringan internet. Apalagi jika si Emak Gahoel ini mempunyai bisnis Online, sudah bukan sesuatu yang asing lagi, menawarkan produknya di  facebook, instagram, whatsapp, line, marketplace dan online shop serta menerima pembayaran melalui transfer bank.

Namun, sebagai Emak Gahoel yang senantiasa gak boleh kudet, tentu kudu tahu tentang perkembangan pesat di dunia perbankan saat ini. Palagi di tangan Emak Gahoel’ lah ujung tombak pengaturan ekonomi keluarga. Beliau yang mengatur perputaran uang serta keberlangsungan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Jika Emak pintar mengatur uang, maka selamatlah keluarga tersebut. Namun jika Emak hobi belanja, hura-hura dan bersosialita sementara sumber pemasukan tambahan tak ada, bersiap-siaplah menghadapi bencana di masa depannya.  

Dompet Elektronik, Alternatif Sistem Pembayaran yang Menarik

ilustrasi 
Jika selama ini kamu selalu mengandalkan menggunakan uang tunai atau sebentuk uang plastik untuk melakukan berbagai transaksi jual beli baik barang maupun jasa, kini kamu tak perlu khawatir dompetmu tertinggal, kartumu terjatuh atau tertinggal di suatu tempat. Saat ini sudah ada sebuah aplikasi di smartphone yang mampu menggantikan semua fungsi uang tunai dan uang plastik tersebut. Dompet Elektronik namanya!

Cukup dengan menggunakan smartphonemu, kamu sudah bisa berhang out alias bersenang-senang bersama teman-teman. Kamu hanya perlu mendownload aplikasi uang elektronik di application store, isi data, lakukan verifikasi dan membuat PIN. Setelah aplikasi uang elektronik tersebut aktif, kamu harus segera melakukan top up atau cash in sejumlah uang tertentu.

Yuk Berwisata Murah, Aman dan Meriah

Ilustrasi
Di mana tempat wisata yang murah meriah, serta tidak memerlukan waktu lama untuk mencapainya? Yap,  Kebun Binatang! Lokasinya yang terletak di tengah kota serta mudah dicapai dari segala penjuru membuat Kebun Binatang menjadi tujuan rekreasi kalangan menengah ke bawah. Lihat saja keramaian yang terjadi saat libur nasional tiba, Kebun Binatang sudah layaknya pasar kaget. Pengunjung melonjak drastis dan pastinya sampah akan berserakan di mana-mana. Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan memang masih harus ditanamkan sejak dini.

Tak terkecuali di Kebun Binatang yang terletak di Ibukota negara. Sejak awal Mei kemarin, terlihat suasana berbeda di Kebun Binatang Ragunan-Jakarta Selatan. Tampak antrian mengular di gerbang masuk kendaraan beroda dua. Rupanya sedang ada sosialisasi penggunaan e-money oleh petugas kebun binatang. E-Money, uang elektronik yang dikeluarkan oleh sebuah Bank Daerah ini, menjadi pengganti tiket masuk pengunjung.

Banyak pengunjung yang protes dan sedikit kecewa dengan kebijakan baru tersebut, namun petugas Kebun Binatang Ragunan dengan sabar terus melayani segala pertanyaan dan komplain yang dilontarkan. 

E-Money, Evolusi Transaksi Keuangan Masa Kini

Ilustrasi 
E-Money merupakan kependekan dari Elektronik Money, alias uang elektronik atau uang digital yang digunakan dalam transaksi internet dengan cara elektronik. E-Money, tak berwujud layaknya mata uang konvensional yang terbuat dari kertas atau logam, namun tetap memiliki sejumlah nilai uang di dalamnya.

E-Money alias uang plastik, merupakan sistem pembayaran non tunai yang akan semakin sering digunakan masyakarat untuk melakukan berbagai transaksi barang dan jasa di masa depan.  

Di negara maju, transaksi ekonomi yang meliputi hampir seluruh aspek kehidupan dilakukan menggunakan e-money alias transaksi secara non tunai. Ditengarai tak lama lagi, sistem pembayaran non tunai ini akan menjadi platform aneka transaksi bisnis di dunia. Ya, sifatnya yang terjangkau, mudah dioperasionalkan serta efektif sungguh menunjang gaya hidup masyarakat masa kini.  

Inilah Tips Mendampingi Lelaki Akhir Jaman

Ilustrasi 
Telah dua tulisan tentang sosok lelaki akhir jaman kurangkai *bisa diintip di sini dan di sini . Kemarin kala bertemu dengan Sang Ustadz, beliau memintaku kembali untuk menuliskan kelanjutan dari kisah tersebut dan memberi judul "Tips Mendampingi Lelaki Akhir Jaman". Hmmm, baiklah kucoba menerima tantangan ini! 

Sebagai istri dari salah seorang lelaki akhir jaman, rasanya takkan sulit bagiku tuk menyampaikan apa yang telah kulakukan saat ini, agar harga diri dan kehormatan beliau tetap terjaga. 

Semula, sebagaimana perempuan normal lainnya, betapa gejolak kekecewaan dan kemarahan terhadap sang lelaki akhir jaman yang seharusnya menjadi tokoh panutan dalam keluarga, pelindung, pengayom serta pemberi nafkah lahir-batin begitu mengusik keharmonisan rumahtangga kami. Tak cukup setahun dua tahun, namun memasuki tahun ke duapuluh satu pernikahan kami, rasanya tak banyak yang berubah dari dirinya.

Inilah Tips Mendampingi Lelaki Akhir Jaman

Ilustrasi 
Telah dua tulisan tentang sosok lelaki akhir jaman kurangkai *bisa diintip di sini dan di sini . Kemarin kala bertemu dengan Sang Ustadz, beliau memintaku kembali untuk menuliskan kelanjutan dari kisah tersebut dan memberi judul "Tips Mendampingi Lelaki Akhir Jaman". Hmmm, baiklah kucoba menerima tantangan ini! 

Sebagai istri dari salah seorang lelaki akhir jaman, rasanya takkan sulit bagiku tuk menyampaikan apa yang telah kulakukan saat ini, agar harga diri dan kehormatan beliau tetap terjaga. 

Semula, sebagaimana perempuan normal lainnya, betapa gejolak kekecewaan dan kemarahan terhadap sang lelaki akhir jaman yang seharusnya menjadi tokoh panutan dalam keluarga, pelindung, pengayom serta pemberi nafkah lahir-batin begitu mengusik keharmonisan rumahtangga kami. Tak cukup setahun dua tahun, namun memasuki tahun ke duapuluh satu pernikahan kami, rasanya tak banyak yang berubah dari dirinya.

Inilah Curhatku... Emak Penulis Lebay

Teruslah menulis..
Menjadi penulis artikel pesanan, sebenarnya bukanlah cita-citaku. Namun, kesibukan ini membuatku harus selalu berfikir keras, menyusun huruf demi huruf hingga menjadi sebuah kata dan kemudian merangkainya untuk menjadi rangkaian kalimat, hingga terciptalah artikel yang enak dibaca dan perlu *eh koq jadi kayak slogan sebuah majalah tempo dulu.. hehehe

Ketertarikanku terhadap dunia tulis menulis sudah dimulai jauh sebelum aku membisniskannya seperti saat ini. Kala masih ingusan hingga menikmati masa kuliah kerja nyata di desa, aku selalu menorehkan cerita dan derita yang kualami sehari-hari. Tak banyak memang coretan yang kuhasilkan selama periode itu, namun  ada sebuah diary mungil yang amat sangat kujaga hingga kini. Diary yang berisikan episode cinta bebek monyetku bersama sang cinta pertama. *jiah, lagi nyerok serpihan kisah cinta nih ceritanya?? :p

Wonderful Life For Wonderful Woman


Aqil sang pemilik bakat istimewa
Memiliki anak special need alias anak berkebutuhan khusus merupakan sebuah anugerah dan ujian tersendiri, terutama bagi seorang Ibu. Banyak orangtua yang tak bisa menerima kelainan anaknya tersebut, bahkan berusaha menyembunyikan dan memungkiri kehadiran sang anak.

Tak terkecuali bagi Amalia Prabowo, seorang singlet parent, CEO sebuah perusahaan advertising. Terlahir dari ayah yang cenderung otoriter dan memaksa anak-anaknya selalu harus tampil sempurna dan berprestasi, menyebabkan Amalia menuntut hal yang sama dari anaknya Aqillurachman AH Prabowo, yang ternyata penyandang disleksia, yaitu anak yang mengalami kesulitan membaca dan membedakan huruf. Setiap membaca, semua huruf seolah menari-nari.

Ini Dia Kursus Penulisan Artikel SEO Nan Seru

Kamu lagi megap-megap kayak ikan Mas Koki kehabisan nafas atau pusyiiing pala barbie, gegara artikel dan iklan yang udah kamu tulis susah payah gak nongol juga di Page 1 halaman pencarian Mang Gugel?

Padahal segala upaya sudah kamu lakukan. Mulai dari inisyatif nulis-nulis sendiri, nerapin ilmu di sebelah, sampai nyontek artikel tetangga yang kamu nilai ngehits abis. Semua mentoq tanpa ada kemajuan. Artikel dan iklanmu tetap tak tampak bahkan hingga halaman 10 gugel pencarian.

Akibatnya bisa diduga. Jualanmu tak laku-laku, stok numpuk, cadangan danapun menipis.

Hmmm, berarti ada yang salah!


Cuma Sebatang, koq...


Aku celingak celinguk di depan Mesjid .

” Ah sudah sepi, kemana tuh anak pergi”.

“Bang, lihat Tino?”

“Tuh”, jawab pedagang roti sembari memberi kode ke arah tukang nasi goreng.

Akupun terbelalak kala Tino muncul dengan santainya sembari memegang sebatang rokok menyala.

“Matikan! Ibu menunggumu!”

Tanpa rasa bersalah, Tino langsung naik ke boncengan dan menemui ibunya yang tergolek lemah. Kanker merenggut kebahagiaannya bermain bersama sang putra penderita down sindrom.

Baju Barbie itu...

“Nak, sini duduk dekat Ibu”, pintaku pada Nina putri semata wayangku yang sedang asyik bermain tanah di halaman rumah. 

“Nak, Ibu mau ke pak Haji Masyur, orang kaya yang suka bersedekah itu sebentar ya. Ibu mau mengambil uang pemberian pak Haji buat kita berlebaran. Nina gak usah ikut, Ibu kuatir nanti kamu terinjak-injak dan sesak nafas didorong-dorong banyak orang. Do’akan Ibu cepat kembali.”, pamitku sebelum melangkah menuju rumah pak Haji Mansyur yang terkenal dermawan dan setiap tahun selalu membagi-bagikan sedekah untuk ratusan warga kurang mampu di sekitar rumahnya.

Kisah Nasi Sekotak


“Bu, aku pergi ke Mesjid dulu ya. Sebentar lagi adzan magrib”, pamitku pada Ibu setelah memastikan kondisi beliau baik-baiksaja.

Ibu menganguk lemah sambil terbatuk –batuk dari atas pembaringan. Sudah setahun ini Ibu hanya mampu tergolek saja. Sel kanker yang menggerogoti paru-parunya begitu ganas dan kami tak mampu berobat ke dokter apalagi ke rumah sakit. 

Untuk makan, aku harus memulung gelas dan botol plastik sejak jam dua dini hari. Urusan sekolah? Ah, sudah tak terpikirkan lagi. Bagiku, merawat Ibu lebih penting daripada bersekolah dan bermain bersama teman-teman.

Begini Contoh Pengelolaan Dana Umat yang Barokah

Para Peserta Blogger Trip to Zona Madina
Setiap melintasi jalan raya Parung dari Bogor menuju Jakarta, pandangan saya selalu tertuju dengan sebuah papan di kiri jalan “D’Jampang Village”. Papan itu cukup menarik perhatian dengan maskot seorang pendekar silat. Jujur, saya penasaran banget, ini padepokan silat atau daerah wisata? Akhirnya pertanyaan saya terjawab kala mengikuti  event “Blogger Trip to Zona Madina”, sebuah kesempatan yang tak boleh disia-siakan tentunya.

Siapa tak kenal daerah Parung? Beberapa puluh tahun lalu Parung identik sebagai kawasan remang-remang penyedia jasa layanan pemuas syahwat sesaat. Situ Lengkong Barang yang terletak di daerah Jabon tak jauh dari Parung juga menjadi salah satu kawasan yang menakutkan di masa lalu karena terkenal sebagai tempat penyimpanan barang curian. Sejak berdirinya Zona Madina kawasan itu kini telah berubah total.

Rumah Sehat Terpadu, Sebuah Konsep Rumah Sakit Sesungguhnya

Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa
Ada sebuah bangunan besar di pinggir jalan raya Parung yang terasa teduh dan tenang. Tak terlalu mencolok dan letaknya yang agak lebih rendah dari jalan, menyebabkan jarang orang melirik apalagi memperhatikan. Deretan kursi roda berjajar rapi di depan sebuah ruangan bertuliskan “Instalasi Gawat Darurat”. Oh, ini sebuah rumah sakit rupanya, tetapi nama yang tertera “RUMAH SEHAT TERPADU DOMPET DHUAFA”.

Kehijauan di mana-mana

SMART Ekselensia Indonesia , Sekolahnya para Dhuafa Calon Pemimpin Indonesia

SMART Ekselensia Indonesia
Sungguh beruntung saya menjadi satu dari 20 blogger yang diajak mengenal lebih dekat SMART Ekselensia Indonesia, sebuah sekolah khusus bagi anak dhuafa pilihan dari berbagai wilayah nusantara yang dikelola dengan menggunakan dana ZIS para donatur Dompet Dhuafa. Letaknya di kawasan Zona Madina. 

Jika kita melintasi jalan raya Parung menuju Bogor, gedungnya nyempil  di sebelah kiri dengan tulisan Lembaga Pengembangan Insani di atasnya. Walau dari jalanan tak terlalu terlihat, ternyata bangunan serta halaman di dalamnya sangat luas dan nyaman.  Suasana yang sungguh kondusif untuk proses belajar-mengajar dengan menyenangkan.

Kurikulum sekolah ini unik, menerapkan moving class dan sistem akselerasi, cukup 5 tahun untuk menyelesaikan jenjang pendidikan menengah pertama dan atas. Selepasnya dari sekolah ini, diharapkan akan tercetak para generasi muslim yang cerdas dan unggul dari seluruh Indonesia, walaupun mereka berasal dari kaum dhuafa.

Libur panjangpun tidak seperti sekolah pada umumnya, hanya di bulan Januari saja. Hingga, kala Lebaran tiba digelarlah program HOMESTAY, yaitu kesempatan bagi siswa untuk belajar tentang nilai-nilai positif dalam kehidupan serta bisa berinteraksi langsung dengan Host Parent (donatur dan masyarakat umum).
-------------------------

SEGO PECEL PINCUK

sumber
Pernah dengar pecel yang terkenal seantero jagad raya? Ya, pecel asli Madiun rajanya! Madiun dan sekitarnya, memang terkenal sebagai daerah wisata kuliner dengan Sego Pecel atau Pecel Pincuk sebagai trade mark.

Entah karena bangga dengan daerahnya atau ingin mempopulerkan Pecel Pincuk, kala saya menikah, Almarhum Bapak yang memang asli Madiun, khusus meminta pihak katering menyediakan sego pecel lengkap, yang disajikan dalam pincuk. Salut dengan si Ibu Pemilik Katering, demi kepuasan pelanggan, bumbu pecel dan kemasan pincuknya beliau buat sendiri. Padahal kami memesan dalam porsi tidak sedikit.

Kenapa Sego Pecel Madiun terasa berbeda dengan pecel lainnya? Selain bumbu kacangnya lebih gurih,  sayurannya juga.  Ada tambahan kecipir dan bunga turi rebus, mlandingan alias petai cina, daun kemangi segar dan taburan serundeng di atasnya.  Kalau kata Pia sih, pecel Madiun itu harus ada rempeyek kacangnya. Hehehe.

SURGA MENANTI

Review Film SURGA MENANTI (tayang mulai 2 Juni 2016)

Mempunyai anak sholeh yang hafidz qur’an dan memuliakan ayah-bunda, tentu dambaan setiap orangtua. Demikianlah sosok Dafa (Syakir Daulay). Seorang anak usia 11 tahun yang harus meninggalkan pondok tahfidznya kala sang Ibu yang divonis Leukimia Limboflastk akut membutuhkan kehadirannya.

Berbagai kisah haru biru dirangkum dalam film berdurasi 100 menit ini. Yang menarik, bagaimana sutradara Hastobroto menggambarkan adegan Abi (Agus Kuncoro) dan Ummi (Pipik Dian Irawati), Ayah dan Bunda Dafa, tanpa ada sentuhan fisik sama sekali. 

Angle pengambilan gambar dalam posisi depan-belakang, serta proses zoom yang bergantian, mampu menggambarkan kepedihan hati seorang suami serta kepasrahan istri kala menghadapi vonis maut yang tak lama lagi memisahkan kebersamaan mereka. Ternyata, walaupun harus tampak tegar, lelaki itu boleh menangis lho :)

"MARS (Mimpi Ananda Raih Semesta)

FILM REVIEW



Judul Film: "MARS (Mimpi Ananda Raih Semesta)
Produksi: Multi Buana Kreasindo
Pemain: 

  • Acha Septriasa (Sekar Dewasa)
  • Kinaryosih (Tupon, si Mbok)
  • Chelsea Riansy (Sekar kanak-kanak)
  • Cholidi Asadil (Ustad Ngali)
  • Teuku Rifnu Wikana (Surip, si Bapak)
  • Jajang C Noer (guru jutek)

Sutradara : Sahrul Gibran
Penulis Naskah : John De Rantau
--------------------

Film ini menceritakan tentang perjuangan seorang ibu buta huruf yang tinggal di sebuah desa di Gunung Kidul yang terkenal miskin dan penduduknya percaya tahayul. Penuh perjuangan si Ibu berusaha keras mengantarkan anaknya (Sekar Palupi) meraih bintang paling terang, laksana planet Mars di malam gulita.

“CINTA TANPA SYARAT. Jembatan Hati antara Orangtua dengan Anak”

BOOK REVIEW

Judul Buku: “CINTA TANPA SYARAT. Jembatan Hati antara Orangtua dengan Anak”
Pengarang: Fitri Restiana
Penerbit: Anugerah Utama Raharja (AURA), Maret 2016
Jumlah Halaman: xvi + 136 halaman

Cinta hal absurd yang dianugerahkan Sang Maha Pecinta pada setiap manusia.  Cinta tak menuntut balas dan cinta tanpa syarat, itulah cinta yang dicurahkan seorang Ayah dan terutama Ibu pada buah hatinya.

Buku ini memuat 34 kisah cinta yang terjalin dalam keluarga, penuh liku, duka, haru, canda, tawa, bahagia, penyesalan diiringi derai air mata hingga protes yang terlontar.  Dirangkai secara apik dalam 4 bagian.

Bagian pertama berisi curahan hati anak terhadap orangtua, tentang ketakutan, kekhawatiran, kasih sayang serta marahnya.

Bagian kedua berisikan ungkapan perasaan orangtua terhadap anak, cinta yang tak dimengerti, berbagai larangan dan tuntutan yang terkesan memaksa, curahan hati seorang ibu yang kelelahan merawat cucu dan kesedihan ayah yang tak mampu memenuhi harapan anaknya.

Keseharian penulis dengan dua jagoannya, diceritakan dalam bentuk dialog seru di bagian ketiga. Pertanyaan dan ide cerdik mereka direkam dan diceritakan menjadi beberapa kisah yang menarik untuk disimak.

Bagian terakhir, berupa kumpulan kisah inspiratif hubungan anak dengan orangtua yang diambil dari beberapa tulisan di internet.
---------------

“Seteru 1 Guru. Novel Pergulatan 3 Murid Tjokroaminoto: Soekarno-Musso-Kartosoewirjo”

BOOK REVIEW


Judul Buku: “Seteru 1 Guru. Novel Pergulatan 3 Murid Tjokroaminoto: Soekarno-Musso-Kartosoewirjo”
Pengarang: Haris Priyatna
Penerbit: Qanita, April 2015
Jumlah Halaman: 243 halaman

Terkadang, sejarah perjalanan sebuah bangsa lebih menarik jika disampaikan dalam bentuk novel. Di sinilah kepiawaian seorang penulis diuji.  Ia dituntut untuk mampu menuturkan kisah dengan jujur apa adanya, bukan sesuai pesanan penguasa.  Tokoh utama, intrik, konflik dan alur cerita yang membangun kisah harus dikemas sedemikian rupa, tanpa mengubah inti sejarah aslinya.

Haris Priyatna yang pernah menjadi Pemimpin Redaksi di Penerbit Mizan dan Penerbit Salamadani, kolomnis dan penulis artikel di berbagai suratkabar ini, mampu menghadirkan pergulatan tiga tokoh yang pernah mewarnai sejarah Indonesia melalui sebuah narasi apik nan hidup dan menyentuh.

“SETERU 1 GURU”, novel tentang pergulatan sejarah anak bangsa, Soekarno-Musso dan Kartosoewirjo. Kisah tiga sahabat yang pada suatu masa pernah berguru pada satu  sumber yang sama, namun  harus berseberangan jalan demi pemahaman ideologi  yang berbeda, konon untuk mencapai satu tujuan  “bangsa yang merdeka”.

HOS Tjokroaminoto, sang guru bangsa dan pemilik indekos di jalan Peneleh gang  VII-Surabaya, merupakan tokoh sentral dalam pembinaan jiwa kebangsaan dan kepedulian politik tiga sahabat ini. Namun, seiring berjalannya waktu dan pendewasaan diri, masing-masing memilih jalan kehidupan yang akhirnya membuat perseteruan sengit di antara mereka dan berakhir tragis.

Novel ini terdiri dari tiga bab, yaitu: Kemelut, Internaat dan Kulminasi. Di setiap bab, berlompatan kisah dari ketiga tokoh tersebut, dihiasi benang merah dari Harun, seorang pengusaha Batik di kota Solo,  yang di akhir novel kembali hadir untuk menyimpulkan kisah ketiga kenalannya itu.    

Novel ini juga dihiasi dengan beberapa ilustrasi sebagai penguat cerita. Mulai dari foto bangunan yang pernah menjadi saksi sejarah, peta kota Soerabaja jaman dulu, peta pelarian PKI dari Madiun, lembaran koran Oetosan Hindia –corong Sarekat Islam pimpinan HOS Tjokroaminoto-, teks proklamasi NII yang ditandatangani Imam NII Kartosoewirjo, hingga foto Musso saat bersama Bung Karno, foto jenazah Musso, serta foto Kartosoewirjo saat ditangkap dan siap dieksekusi di Pulau Ubi, juga foto beberapa tokoh lain yang terlibat di dalam kisah penuh gejolak ini.
-------------------

MELIA dan SEPATU RODA

Salah seorang teman Melia, Hafidz namanya, adalah seorang atlet sepatu roda. Suatu hari, Ayah Hafidz menawarkan Melia untuk belajar sepatu roda. Melia antusias sekali dan langsung cerita ke Ayah soal keinginannya belajar sepatu roda dan tawaran Ayah Hafidz tersebut.

Ternyata Ayah Hafidz bukan hanya menawarkan Melia untuk belajar sepatu roda, beliau menghadiahi Melia sepasang sepatu roda lengkap dengan pelindung tubuhnya, meski tanpa helm. Ayah Hafidz berpesan, beli saja helm pesepeda yang banyak dijual di toko.

Melia tahu, Ayah tak punya cukup uang untuk membeli helm pesepeda yang harganya lumayan mahal itu. Namun,  melihat keinginan Melia untuk belajar sepatu roda yang sangat tinggi, sore itu Ayah mengajak Melia ke pusat pertokoan untuk memilih helm yang dibutuhkan. Akhirnya, diperoleh sebentuk helm dengan harga yang cukup menguras dompet ayah. Dalam hati Melia berjanji untuk bersungguh-sungguh belajar sepatu roda. Melia tidak ingin mengecewakan Ayah yang telah berkorban banyak untuk dirinya.

BATU SECRET ZOO.... Rahasia yang Terkuak #Ngebolang ala Turis Kere-part-9

Jum’at (7 Agustus 2015)

Tak terasa, tiga jam waktu yang dihabiskan di Eco Green Park tadi, kini hanya tersisa dua setengah jam untuk menyusuri Batu Secret Zoo, sebelum kami bergegas turun ke Malang. Kereta  Matarmaja yang akan ditumpangi, dijadwalkan berangkat pukul 17.00 wib. Tutik sang pemilik mobil, menyarankan kami kembali sebelum pukul 15.00. Okey, siap!!!
Kehadiran kami di Batu Secret Zoo disambut sepasukan kelelawar yang sedang menikmati santap siang. Serunya, pengunjung diperkenankan menyuapi mereka dengan buah potong yang tersedia di pagar kandang. Rakus sekali, saling berebut minta disuapi. Aah kasihan, ada seekor kelelawar yang selalu tersisihkan oleh teman-temannya. Hingga suapan terakhir, tak sepotongpun yang berhasil didapatkan, walau sudah kami arahkan kepadanya.

ECO GREEN PARK, Bukan Ekowisata Biasa!!! #Ngebolang ala Turis Kere-part-8

Jum’at (7 Agustus 2015)

Aaahhh, segarnya pagi ini, udara dingin tak terlalu menusuk kala aku dan Pia berjalan pagi menyusuri jalanan sekitar hotel . Tak lama melangkah, kami tiba di parkiran BNS (Batu Night Spectaculer) yang terkenal itu. Wahana serupa bisa kami temui di banyak obyek wisata seputaran Ibukota, kecuali Taman Lampionnya, jadi BNS bukan destinasi kami saat ini. Tapiii, biar gak penasaran, boleh dooonk ngintip dikit, sembari jeprat sana sini dulu. J
Usai sarapan pagi seadanya (beneran seadanya), tadi pas jalan pagi gak nemu jajanan khas kota Malang, kecuali Ote-ote dan aneka gorengan, kami bersiap diri menuju Jatim Park-2. Berdasarkan rekomendasi petugas hotel, lebih baik ke sana daripada Jatim Park-1, karena aku menginginkan wisata edukasi bukan sekedar wisata permainan. Maka, segera kami berkemas dan check out.

Saat membeli tiket, aku baru tahu kalau kami bisa mengunjungi tiga tempat sekaligus, yaitu Museum Satwa, Batu Secret Zoo dan Eco Green. Ternyata, hari Jum’at sudah termasuk weekend, hingga tiket yang dihari biasa 75 ribu rupiah, harus ditebus seharga 90 ribu rupiah, plus 10 ribu untuk tiket terusan ke Eco Green. Jadilah 400 ribu melayang (padahal ada promo jika membayar menggunakan Debit BCA diskon 20%, namun entah kenapa petugas menyatakan tidak ada promo, padahal jelas terpampang di brosur..weleh..weleh)