RSS

Baju Barbie itu...

“Nak, sini duduk dekat Ibu”, pintaku pada Nina putri semata wayangku yang sedang asyik bermain tanah di halaman rumah. 

“Nak, Ibu mau ke pak Haji Masyur, orang kaya yang suka bersedekah itu sebentar ya. Ibu mau mengambil uang pemberian pak Haji buat kita berlebaran. Nina gak usah ikut, Ibu kuatir nanti kamu terinjak-injak dan sesak nafas didorong-dorong banyak orang. Do’akan Ibu cepat kembali.”, pamitku sebelum melangkah menuju rumah pak Haji Mansyur yang terkenal dermawan dan setiap tahun selalu membagi-bagikan sedekah untuk ratusan warga kurang mampu di sekitar rumahnya.

Ini sudah tahun kelima pak Haji Mansyur melakukan hal yang sama, namun kali ini terasa ada yang berbeda. Begitu banyak orang yang berkumpul di depan kediamannya. Pintu gerbang belumlah terbuka, ratusan lelaki dan perempuan beserta anak-anak kecil duduk mengantri. Semula aku ragu untuk masuk ke antrian dan mengurungkan niatku. Namun, rengekan Nina yang ingin baju barbie warna biru begitu teringang di telingaku. 

"Ah, Nina anakku sayang, demi engkau Ibu rela antri berdesak-desakan. Engkau pasti cantik dengan baju barbie warna biru yang kita lihat di lembaran koran yang engkau temukan semalam." 

Sesaat kemudian, terdengar pengumuman bahwa pak Haji Mansyur akan segera membagi-bagikan sedekahnya sendiri. Pintu gerbang dibuka perlahan, beberapa orang berbadan tinggi besar siaga berdiri di sampingnya.  Aksi dorong-doronganpun mulai terjadi. Aku terjebak di tengah-tengah. Napasku mulai sesak, pandanganku mulai berkunang. Udara terasa semakin menyengat dan aku teringat, belum sempat sarapan tadi pagi.

Tiba-tiba, sebuah hentakan keras membuat keseimbangan tubuhku hilang. Aku terjatuh dan tak mampu berdiri lagi. Remuk rasanya tubuhku diinjak-injak puluhan kaki yang bergegas berlari. Sesaat kemudian kumulai kehilangan kesadaran diri. 

“Maapkan Ibu Nina, kali ini Ibu tak mampu membelikanmu baju barbie warna biru.” Tubuhkupun  terasa ringan, melayang meninggalkan ratusan orang yang masih terus berdesak-desakan...



RaDal (AkhirRamadhan1437H, 15’56)    

0 komentar:

Posting Komentar