RSS

BEKAM dan TERAPI LINTAH, SAPA TAKUT??

ilustrasi: pinkiroh.com
Awalnya ditawari seorang teman pemilik sebuah usaha pengobatan alternatif melalui bekam dan terapi lintah. Penasaran dengan proses dan hasilnya, tanpa pikir panjang langsung kuterima tawaran menarik itu.

Memasuki sebuah ruangan kecil ukuran 3x4m2, aku disambut aroma segar dan alunan nasyid nan syahdu. "Silakan tidur tengkurap, Bu", sapa sang Terapis ramah, seraya menyiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk prosesi bekam.


Tak lama kemudian, punggungku pun terasa dipijat lembut, sedikit relaksasi, dilanjutkan pukulan sapu rotan untuk melancarkan peredaran darah yang sudah pasti kaku, karena tidak pernah diistirahatkan sempurna. kemudian, mangkuk bekam digerakkan dari bawah ke atas ke bawah dst, hingga urat-urat di punggung dirasa sudah cukup rileks untuk dilakukan tindakan selanjutnya.

Sembilan mangkuk bekam menghiasi punggungku, mulai dari pinggang hingga tengkuk, dari ukuran besar hingga kecil. Setelah dirasa cukup lemas, tusukan-tusukan jarumpun menghunjam kulit punggungku tanpa ampun, melingkar mengikuti jejak bekam yang ditinggalkan mangkuk bekam sebelumnya.

Sekitar lima belas menit, darah kotor mengucur cukup banyak ke dalam mangkuk-mangkuk bekam. Dengan sigap sang Terapis mengangkat mangkuk-mangkuk tersebut dan membersihkan darah yang keluar mengiringi cacahan luka di punggung. Diakhiri dengan olesan minyak zaitun. Akhirnya selesailah ritual terapi bekam siang itu.

Cukup sampai di situ? Tidak! Penasaran dengan terapi lintah, aku meminta sang terapis untuk melanjutkan prosesi, kali ini dengan menggunakan media lintah. Ada beberapa macam spesies lintah. Namun, yang biasa digunakan untuk terapi lintah, adalah lintah jenis Hirudinaria Manillensis yang banyak dikenal sebagai lintah kerbau atau lintah rawa yang tersebar di wilayah Asia Tenggara. Sedang untuk wilayah Eropa yang digunakan adalah lintah jenis Hirudo Medicinalis.


Ilustrasi: uniqpost.com
Terapi lintah pada dasarnya mirip dengan terapi bekam. Kelebihan utama dari lintah adalah air liurnya mengandung zat Hirudin yang bermanfaat sebagai zat anti koagulan yang berfungsi melancarkan aliran darah yang tersumbat, juga mengandung penisilin, anti radang dan anestesi/bius.

Lintah pun digunakan sebagai salah satu penyembuh serba guna. Hewan ini bisa dimanfaatkan oleh penderita skizofrenia maupun depresi, juga untuk merangsang mata, mengempiskan lidah bengkak, dan meringankan sakit usus buntu serta pendarahan.
Lintah telah diakui sebagai penolong manusia. Di kerongkongan tempat isapannya terdapat tiga rahang berbentuk setengah gergaji, dihiasi sampai 100 gigi kecil. Dalam waktu 30 menit, lintah bisa menyedot darah sebanyak 15 ml sampai dengan kuota yang cukup untuk hidupnya selama setengah tahun. 
Lintah mengeluarkan semacam liur (zat hirudin) yang bercampur dengan darah dan membawanya ke seluruh tubuh. Kemudian sirkulasi darah menjadi lancar. Sehingga tubuh terasa bugar.
Banyak juga ibu rumah tangga dan gadis remaja menggunakan sedot lintah untuk terapi kecantikan. Terutama untuk menyembuhkan jerawat, flek hitam, kerut wajah. Sehingga kulit wajah menjadi bersih dan tetap kencang.

Nah, bagaimana? Tertarik dengan terapi bekam dan lintah? 
Kini bisa dilakukan di Binabu Rumah Sehat. Jl. Dewi Sartika, no. 198. Cawang-Jakarta Timur.

RaDal, 110914 (03'51)




5 komentar:

IrmaSenja mengatakan...

Hikkssss,...kalo bekam mungkin mau mba tapi kalo teraphi lintah ??? takuuuuutttt.....

sri mulyani mengatakan...

Hahaha...beneran si Beckham bekam? Awas loh ya..xixixi
Btw saya pengen nyoba bekam aja deh, lintah gilooooo badai mak!

Nurul Fitri Fatkhani mengatakan...

Saya juga suka di bekam mbak...badan jadi enak..seger...

Gina Hendro mengatakan...

@mak Irma dan mb Sri: emang, gak semua orang iklas ditempelin lintah, tapi kalo udah pernah merasakan manfaat, dijamin bakal ketagihan...hehehe

Gina Hendro mengatakan...

@mb Nurul: jujur, kalo saya lebih seneng dikerokin...rasanya lebih manstab...hahaha

Posting Komentar