RSS

Inilah Kisah Hijabku (Ketika Hidayah Menghampiri-part 1)

nih sbr gbrnya 
Intinya dulu aq benci sama makhluk berjilbab n makhluk berjenggot. Sampe suatu ketika aq mimpi...di suruh oleh seorang lelaki ganteng berbaju hijau muda, di tepi sungai tuk menemui bapak Adam.
Nah ....aq ditunjukkin jalan ke sebuah taman yang subhanallah baguuussss banget...

Di tengah taman itu ada pohon besar....rindang....di depannya ada kolam yang bening ..., sampe kayak aquarium....
Di bawah pohon itu ada lelaki tua...berbaju putih...membawa tongkat..., aq disuruh duduk di bawah pohon itu...nunggu bapak Adam

Trus...pas duduk aq ketiban ranting pohon....,
Eh bukannya ditolongin, malah dimarah-marahin ama si bapak tua itu.
Dibilangnya aq perempuan gak tahu diri n gak tau kalo aq disayang Allah...,
Cuma disuruh pake jilbab aja gak mau N si bapak itu terus memaki maki abis ..., di bukanya semua keberuntungan ku...., Katanya aq gak layak dapat cinta Allah...karna aq manusia kotor yang gak tau terima kasih

Bangun tidur aq nangis....,
Trus aq cerita ama seorang temen lelaki, kebetulan dia ikhwan juga....
Dan dia saranin aq tuk belajar islam lebih baik lagi..., n di saranin tuk berhijab
Dan dia kasih aq nama yg ditulisnya di buku catatanku...azizah dienullah...
Ya udah...akhirnya sadar deh...
Sayangnya si ikhwan itu trus menghilang entah di mana sekarang...
Saat itu usia aq 21 th...


Betapa sayangnya Allah pada qta... 
Allah sayang banget.... cuma kitanya kadang gak ngerti ...
Dan bukti Allah sayang aq...., pas aq mutusin berhijab....aq banyak nerima hadiah jilbab, dari akhwat-akhwat yang gak pernah aq kenal sebelumnya...
Bersyukur aq bisa masuk UI, ukhuwahnya kuat banget....

----------------------
Itu sekelumit curcolan Iin, teman baruku di sebuah komunitas pengajian online. Entah kenapa tiba-tiba ia bercerita, betapa ia baru mempelajari Islam secara benar akhir-akhir ini, padahal kami baru berkenalan, itupun di dunia maya, yang seringkali penuh tipu daya. Tapi aku yakin, perbincangan kami itu memang dilandasi keinginan bersaudara karena Allah semata.
----------------------

Tiba-tiba, aku teringat pengalaman berhijabku sendiri...sekian puluh tahun yang lalu di sebuah kosan di kota kecil tempat kumenimba ilmu.


Kampusku memang terkenal sebagai sarangnya mahasiswa santri, hingga terkadang diplesetkan sebagai pesantren, karena banyaknya mahasiswa yang berubah total menjadi lebih agamis ketika berkuliah di sana. Apalagi, banyak putra daerahnya. Kehidupan kampus memang jauh dari hura-hura ala mahasiswa perkotaan. Belajar, praktikum dan ujian, rasanya tak pernah ada habisnya.  


Di tahun pertama masa perkuliahan, kami wajib mengikuti kajian di kelompok pengajian yang dilakukan dari kost ke kost. Materinya, lebih ditekankan tentang dasar-dasar keimanan, fiqh dan akhlaq. Tak ada kewajiban memakai hijab, hanya sekedar himbauan.


Aku yang pemalas, saat pengajian selalu tertidur pulas, hingga suatu siang aku mengalami kejadian yang mengubah hidupku pada akhirnya.

---------------------

Siang itu, mentari sangat bersahabat, semilir angin membuatku terangguk-angguk hingga akhirnya kuputuskan untuk meringkuk, menikmati nyamannya sang kasur empuk, padahal di sisi lain, temanku sedang berjibaku menyiapkan diri menghadapi ujian statistik esok pagi. 


Dasarnya aku memang paling cepat tertidur, tanpa tempo lama, akupun sudah dibuai mimpi, namun kali ini bukan mimpi indah yang kudapat, tapi tendangan dari seorang laki-laki yang menghujatku "kamu bukan kaumku!" dan akupun terlempar beberapa meter dari kasur nan nyaman.


Sang teman yang sedang serius memelototi angka-angka di kalkulator terperangah. Tak menyangka akan ada benda teramat berat jatuh tepat di sampingnya dan itu adalah tubuhku.


Setengah berkeringat, akupun terbangun antara sadar dan mimpi. Temanku hanya terbengong-bengong seraya berseloroh menyaksikan kondisiku saat itu, "abis mimpi terjun bebas, Neng?". 


"Iya nih, dari ketinggian 10 meter, lupa mbuka payungnya", jawabku santai sambil ngeloyor ke kamar mandi.


#bersambung


3 komentar:

Nurul Fitri Fatkhani mengatakan...

He..he... gak sabar nunggu sambungan ceritanya :D

lianurmalasari mengatakan...

menunggu part 2 nya mbak.
Subhanallah hidayah datang pada siapa saja yang Allah kehendaki ya..
btw salam kenal mak :)

Gina Hendro mengatakan...

salam kenal juga mak Lia :-D

Posting Komentar